Pertanyaan: Bagaimanakah pendapat Anda tentang teman seperjalanan?
Jawaban: They could be fun as long as we have the right one
Jadi
ceritanya saya ini baru saja pulang dari Bali, liburan. Kenapa Bali?Lagi-lagi
Bali? Begitu banyak komentar demikian yang terlontar, maklum saya bisa dibilang
kinda addicted to Bali. Kenapanya mungkin bisa dibaca di sini saja. Anyway,
bukan destinasi atau aktivitas liburannya yang mau saya bicarakan di sini,
namun lebih pada : dengan siapa saya pergi.
Beberapa
waktu lalu saat sedang gencar-gencarnya merencanakan pindah kerja, tiba-tiba
saya dan beberapa teman kerja dengan sangat impulsifnya *sungguh tidak pakai
mikir kelamaan* memutuskan untuk spend time bareng di Bali beberapa bulan
setelah saya resign. Ceritanya dalam rangka reuni lagi *padahal juga baru tidak bertemu beberapa bulan*. So, we went to Bali, spent 4 days together, did *I dont know*
things we wanted to do, had a holiday!
Dan dari sanalah saya
jadi tersadar kalau menghabiskan waktu dengan teman seperjalanan yang tepat itu fun
lho. Walaupun saya dan 3 teman saya itu aneh dengan cara masing-masing, tapi
sepertinya masing-masing sudah memiliki peranan sendiri untuk menghidupkan
ataupun meredam suasana. Di tengah segala perbedaan *saya rasa teman saya yang sedikit OCD=Obsessive Compulsive Disorder pasti emosi berat sama kelakuan saya yang berantakkan total*, we tried to tolerate each other and made the best out of it. Perjalanan yang dilalui jadi terasa fun, fast *too
fast*, and memorable. Sampai jadi sedih saat perjalanan itu akan berakhir.
Saya
pikir mencari teman seperjalanan yang tepat itu penting. Tentu tidak ada yang
mau rencana senang-senangnya amburadul karena salah pilih teman perjalanan,
yang harusnya Bali super fun bisa jadi disaster. Masih untung kalau perjalanan
ke Bali kan ada tenggat waktunya, paling lama seminggulah mungkin harus
bersama, bisa ditahan-tahanin. Kalau perjalanan hidup bagaimana?
Ketika
komitmen kebersamaan itu untuk seumur hidup, to be honest it kinda scares me.
Segala sesuatu mungkin terjadi dalam perjalanan itu, dari hal-hal baik sampai
yang buruk. Apakah dalam hal-hal baik si teman seperjalanan bisa menjadi teman
having fun? Apakah dalam masa-masa sukar si teman seperjalanan bisa menjadi a
shoulder to cry on, or even better a partner to pray with. Apakah ketika hidup
berjalan biasa aja si teman seperjalanan bisa menjadi sosok untuk menghapuskan kebosanan? This is extremely hard. Ini bukan soal
jalan-jalan ke Bali yang kalau ternyata tidak cocok dengan teman seperjalanan
bisa pisah jalan, cari hotel lain, lalu jalan-jalan sendiri.
Buat saya sih, going alone is much better than spending time with a horrible travel
mate. Saya tidak sejalan dengan konsep "ajak siapa aja biar ada
temannya, daripada pergi sendiri kan". Hey, saya mau liburan senang-senang
lho, males kan kalau ajak "siapa saja" yang lantas kerjanya mengeluh,
minta dibayarin terus, diajak ngobrol tidak nyambung, maunya serba mewah,
gayanya menyebalkan, dan sejuta sisi negatif lainnya *sesuaikan saja sendiri
dengan preferensi pribadi Anda tentang orang yang tidak Anda suka*.
Kalau
soal teman perjalanan liburan saja saya berprinsip demikian dan lebih memilih
pergi sendiri dengan segala konsekuensinya, termasuk kadang juga memang terasa
sepi, apakah saya harus berkonsep "ajak siapa saja daripada
sendirian" dalam konteks teman perjalanan hidup? Weird kan ya. Saya
mengenal beberapa orang yang apapun alasannya, she/he just cant stand the idea
of being alone and it's gonna be much better for them to have anyone around, no matter how bad that person is. I can't say that's wrong because I believe that everyone is different and supposed to make their own choices in life.
However, if I have a hundred year to live *that means around 75 years left*, I really hope that I don't have to spend it with someone I can't stand. I know that time goes on and some people keep pushing me to find a "travel mate", but that doesn't mean I am gonna make it work with just anyone. I need to know that this is the right one, the one whom I am gonna share the journey of my life with. So, be patient and I hope you all find that wonderful "travel mate" of yours, too.
No comments:
Post a Comment