Thursday, June 26, 2014

Tentang Kebahagiaan

Pertanyaan : Apa yang membuatmu bahagia?
Jawaban : Banyak.

Saya percaya bahwa untuk bahagia itu tidak harus menunggu hal yang spektakular, begitu banyak hal kecil yang terjadi dalam keseharian yang seharusnya bisa membuat kita bahagia. Masalahnya terkadang hal-hal kecil tersebut dianggap sudah sepantasnya terjadi sehingga kita tidak lagi dibuat bahagia karenanya. 

Saya tidak mau hidup yang demikian, saya tidak mau menunggu menang undian 5 milyar dahulu untuk jadi bahagia, saya tidak mau menemukan pasangan hidup dulu untuk jadi bahagia, saya tidak mau harus jadi bos dulu untuk bisa bahagia atau menunggu berat badan menjadi 50 kg untuk bisa bahagia. Sungguh tidak!

Banyak yang bilang bahwa kunci kebahagiaan itu adalah bersyukur, dan itu memang benar adanya. Seringkali kita terlalu fokus pada apa yang tidak dimiliki sehingga lupa menikmati apa yang sesungguhnya dimiliki. Mengapa saya bahagia?

Saya bahagia masih punya pekerjaan walaupun belum jadi bos atau bergaji hingga 2 digit per bulan. 

Saya bahagia punya waktu ber-haha hihi dengan teman-teman saya di tengah-tengah kesibukan masing-masing.

Saya bahagia masih bisa melakukan apapun yang saya mau tanpa harus berkompromi dengan pasangan karena saya jomblo.

Saya bahagia walaupun ukuran baju saya masih L/XL dan tidak akan cocok bila berbikini tapi saya bisa makan apapun yang saya suka dan tidak terancam penyakit kronis apapun hingga saat ini.

Saya bahagia meskipun tidak punya TV di kos tetapi masih bisa nonton Piala Dunia streaming dan Belanda menang terus sejauh ini.

Saya bahagia masih punya orang tua walaupun tidak setiap saat bisa bertemu dan tidak selalu mereka itu menyenangkan, apalagi kalau lagi keluar bawelnya.

Saya bahagia bisa jalan-jalan ke berbagai tempat dengan uang saya sendiri walaupun belum sampai keluar Asia Tenggara.

Saya bahagia jadi anak kos yang kadang sepi dan dilanda kebangkrutan tetapi saya bisa bebas mau bangun jam berapa, tidur jam berapa, mau mandi atau tidak, mau bersihin kamar atau tidak.

Saya bahagia bisa menulis blog walaupun tidak ada yang baca karena saya menulis untuk diri saya sendiri di masa depan.

Saya bahagia tinggal di Bandung yang memberi keseimbangan antara kehidupan kota besar dan juga suasana rekreasi setiap harinya.

Saya bahagia berasal dari Kudus yang memperkenalkan saya pada berbagai kuliner khas daerah yang senantiasa memanggil untuk pulang kampung.

Saya bahagia walaupun saya tidak punya mobil tetapi saya punya teman-teman yang sukarela memberikan tebengan ataupun jika harus naik kendaraan umum saya tidak pernah kehilangan barang apapun.

Saya bahagia walaupun kantor saya tidak lagi di depan mall seperti dulu tetapi itu justru membuat saya bisa lebih berhemat *sedikit*.

Saya bahagia walaupun dibilang seperti anak kecil karena tidur jam 9 malam tetapi saya tidak pernah dilanda insomnia, jika saya belum tidur hingga lewat tengah malam, pasti ada tujuannya dan memang karena keinginan saya.

Saya bahagia walaupun bahasa inggris saya gag bagus-bagus amat tetapi masih bisalah untuk sekedar baca novel, nonton film, baca menu atau chitchat dengan foreigner.

Saya tidak bilang bahwa hidup saya sempurna dan serba ada. Bila ingin membicarakan kekurangan tentulah banyak yang akan diutarakan. Namun untuk apa? Saya juga tidak sesumbar mengatakan bahwa hidup saya tanpa masalah. Oh man,, jika kita ingin membahas masalah, kapan sih dia pernah benar-benar hilang dari kehidupan ini? Tunggu mati kali ya. Tapi itu kan berarti tidak akan pernah bisa bahagia sampai mati. Mau?

Menemukan hal-hal yang membuat kita bahagia itu bukan perkara mudah, sungguh, karena entah bagaimana kita ini memang lebih mudah mencari jeleknya daripada bagusnya. Tetapi hidup ini terlalu singkat untuk dijalani dengan tidak bahagia. Jika saat ini saya bisa bahagia, untuk apa menunggu nanti yang belum tentu ada?

Be happy! NOW!