Friday, July 18, 2014

Tentang Minuman Beralkohol

Pertanyaan: When was the first time your tried it?
Jawaban: Years ago?


Terlepas dari opini beberapa kalangan mengenai halal atau haramnya jenis minuman ini, jika Anda ingin mencoba, cobalah dengan cara yang terbaik. What does that even mean? Ini bukan tentang jenis minuman apa yang terbaik atau merk apa yang sebaiknya dikonsumsi, namun bagaimanakah cara Anda mengkonsumsinya.Ini bukan air putih, jangan dijadikan konsumsi pagi-siang-malam. Bagaimanapun konsumsi air putih adalah yang terbaik.

Anda harus tahu bahwa alkohol memberi efek yang berbeda-beda juga bagi setiap orang. Saya punya teman yang alergi dan kalau memaksakan untuk mengkonsumsi efeknya bisa gatal-gatal, merah-merah hingga sesak nafas. Agak scary sih kalau sampai sesak nafas dan selamat jalan ke dunia lain *eh*. Intinya, jangan banyak-banyak. Coba ya coba, namun perhatikan dulu bagaimana efeknya pada tubuh Anda.

Jika Anda sudah tahu bahwa Anda tidak alergi pada alkohol, misalnya, jangan lantas menjadi kegirangan karena bisa mengkonsumsi sebanyak apapun. No no, tubuh itu bisa keracunan alkohol lho jika terlalu banyak. Efek jangka panjangnya pun bisa menyebabkan kanker hati *saya lupa baca di mana, tapi saya yakin pernah baca*. Tidak mau kan karena merasa bisa konsumsi semaunya lantas menukarnya dengan hati Anda?

Itu jika bicara mengenai dampak fisik, namun ada juga efek lainnya seperti kehilangan akal sehat. Well, biasanya ini terjadi jika konsumsi terlalu banyak dan efek ke tiap orang beda-beda juga. Saya punya beberapa teman yang kalau saya amati kelakukan mabuknya itu beda-beda, ada yang jadi super pendiam, ada yang emosi tingkat tinggal *senggol bacok*, ada yang ketawa-ketawa dan merasa segala sesuatu super lucu walaupun sebenarnya di mata orang normal tidak lucu-lucu amat, ada yang jadi rajin curhat walaupun isi curhatannya sungguh random.

Anda ingin tahu seperti apa ketika Anda mabuk? Ya kalau emang penasaran banget, saran saya mabuklah di antara orang-orang yang Anda kenal dan percaya. Percaya apa nih? Percaya tidak akan mem-video-kan kelakuan Anda lalu meng-upload ke youtube, percaya tidak akan menjual Anda ke om-om atau tante-tante yang tertarik pada Anda ketika mabuk, percaya tidak akan membiarkan Anda melakukan hal-hal gila seperti lompat dari lantai 7 karena otak Anda sedang tidak waras. Jangan gegabah, karena salah pilih teman dalam hal ini bisa berdampak berat pada masa depan.

Saya percaya bahwa minum itu boleh asal otak saya masih bisa bekerja. Saya tidak bisa membiarkan diri saya mengkonsumsi terlalu banyak alkohol hingga keesokan harinya lupa apa yang dilakukan hari sebelumnya. Saya hanya tidak suka saja sih tidak bisa mengingat apa yang saya lakukan. Tapi jika Anda memutuskan ingin gila-gilaan untuk suatu momen tertentu, do it with the right people *ini hanya Anda yang bisa menilai* and don't do it everyday *apa enaknya sih tiap hari bangun tanpa memori hari sebelumnya*.

Pendapat saya pribadi, tidak ada yang salah dengan minuman beralkohol. Semuanya menjadi salah ketika kita mengkonsumsi dengan cara yang salah di waktu yang salah. Untuk cara yang salah sudah saya bahas di atas, konsumsi berlebih, konsumsi dengan dikelilingi orang-orang yang salah. Bagaimana dengan waktu yang salah?

Saya percaya bahwa minuman beralkohol itu tidak untuk menghilangkan kesedihan. Itu hanya sementara,saudara-saudara. Memang ada efek untuk membuat Anda lebih light and happy, tapi itu tidak permanen dan itu tidak menghilangkan masalah Anda kan. Ketika Anda sober ya balik lagi rasa sedih, kecewa, etc etc dan segudang masalah Anda yang lain. Saya tidak percaya bahwa alkohol itu adalah jalan keluar, itu hanya pelarian. Memangnya tidak capek lari-lari terus? 

Jangan minum dengan tujuan yang salah. Ketika di party, okelah. Ketika kongkow-kongkow, bisa saja, asal bukan setiap kongkow-kongkow. Ketika mau tidur minum segelas wine untuk kesehatan *saya juga merasa pernah baca artikel ini di suatu tempat*, ya sah-sah saja. Ketika  candle light dinner, why not? Tapi jangan pernah minum karena Anda merasa hidup Anda hampa, tidak bahagia, tersakiti, patah hati, dan lain-lain sejenisnya. Drink to celebrate, not to ease the pain.

Masalahnya jika Anda minum untuk merasa bahagia, Anda akan addicted to it. Ketika efeknya hilang, ingin minum lagi supaya merasa senang lagi, begitu terus. Dan itu tidak baik, kawan. Itu hanya akan bikin kantong Anda jebol dan tubuh Anda tidak sehat.

Last but not least, jangan mengkonsumsi minuman beralkohol karena lingkungan pergaulan Anda mengharuskan demikian. Jangan jadi ABG labil *maaf, mungkin tidak semua ABG labil* yang membutuhkan pengakuan lingkungan untuk eksistensinya. Kalau tidak minum tidak keren, kalau tidak merokok tidak gaul, kalau tidak ini tidak cocoklah di sini. Drink because you want it, you know when to drink it, and you arent doing it for the wrong purposes. Drink responsibly!

Cheers!

No comments:

Post a Comment