Thursday, December 25, 2014

Tentang Resolusi Tahun Baru

Pertanyaan: Apa resolusi Anda di tahun 2015?
Jawaban: Menjaga kesehatan.

I am still young, but health must not be taken for granted. I realize that everybody's getting old and if I am not careful, I might end up old and unhealthy. So i decided that 2015 should be a healthier year for me *let's try*.

Yang paling mudah dilihat dulu saja ya, menjaga kesehatan jasmani. Aih, seperti pelajaran zaman SD saja ya. Selama ini saya tidak punya waktu *niat* olahraga. Ya, bersembunyi di balik alasan ini dan itu, sebenarnya niat saya saja yang rendah. Padahal di tempat kos saya itu sudah ada fasilitas gym *walaupun minimalis* dan kelas aerobik *dan sejenisnya* lho. Tapi dengan hebatnya saya selalu punya alasan untuk tidak melangkahkan kaki ke sana, padahal mungkin tidak lebih dari 10 langkah *luar biasa*. 2015, marilah mengolah tubuh setidaknya sekali dalam seminggu.

Yang kedua, kesehatan materi. Oh, ini sedikit agak lebih sulit namun masih dapat terlihat. Mungkin tidak oleh orang lain, namun setidaknya saya akan sadar ketika menatap saldo di buku tabungan dan tagihan kartu kredit *alamak*. Oke, saya akui selama ini saya bukanlah pengelola keuangan yang baik. Terlalu banyak hura-hura hingga berujung pada minimnya saldo tabungan. 

2015, saya harus lebih bijak dalam memisahkan pengeluaran masa kini dan jaminan untuk masa depan. The best way to do that for me, membuat tabungan berjangka, atau apapun namanya yang penting uang saya dikunci oleh pihak ketiga. 

Selanjutnya, agar kesehatan itu semakin sempurna dan berarti, harus dilengkapi dengan memastikan kesehatan rohani. Merancangkan masa depan di dunia untuk bisa dinikmati dengan tubuh dan keuangan yang sehat memang baik. Tetapi siapa sih yang tahu sampai kapan saya masih ada di dunia ini? Kalau besok mati bagaimana?

Nah, saya adalah orang yang percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian. Walaupun saya tahu selama ini saya tidak memberi perhatian yang cukup untuk kehidupan rohani saya, too many ups and downs. Dengan bertambahnya usia dan berkurangnya jatah umur di dunia, rasanya 2015 harus diresolusikan untuk menjadi tahun persiapan memasuki kehidupan itu. Bagaimana caranya? Check the Bible.

Terakhir, menjaga kesehatan hubungan dengan orang-orang sekitar. Jangan buang-buang waktu untuk mereka yang tidak punya waktu untuk Anda. Jangan terlalu memikirkan perkataan orang tentang Anda karena apapun yang Anda lakukan, banyak yang berambisi membuat Anda tenar dengan membicarakan Anda. Jangan menghabiskan waktu dengan sia-sia untuk menjadi salah satu orang yang suka membuat orang lain tenar dengan membicarakan *hal-hal buruk* tentang mereka. 

My point is, surround yourself with positive people or people that really matter for you. And don't take them for granted for you may not know when they will be gone.

Hmmpphhh..sekian saja resolusi saya. Hanya ada 4 poin dan intinya sederhana untuk menuju ke arah kehidupan yang lebih sehat. Aplikasinya? Doakan saja ya.

Selamat menyambut tahun baru 2015!

Saturday, December 20, 2014

Tentang Tato

Pertanyaan: Apa yang Anda pikirkan tentang mereka yang bertato?
Jawaban: Kenapa saya harus mikirin mereka? Kenal aja enggak.

Anyway, saya tidak punya penilaian khusus tentang orang-orang yang bertato. Hmmpphh..kecuali mungkin mereka memiliki tato di seluruh wajahnya dan jadi mirip sosok kanibal yang di film-film, seram sih kalau itu. 

Saya tidak anti terhadap orang bertato, walaupun ada pendapat-pendapat di luaran yang mengaitkan tato dan residivis. Mungkin itu cocok di tahun 60-an kali ya. Tidak tahu juga sih seperti apa tahun 60-an, sebenarnya saya cuma mau menekankan bahwa pendapat itu sudah tidak cocok di zaman sekarang. 

Tapi juga bukan berarti saya mendukung orang-orang untuk punya tato. Saya belum termasuk juga kelompok orang yang mengamini bahwa tato adalah bagian dari seni. Ah, pengetahuan dan apresiasi saya tentang seni memang minim sih. 

Kalau ditanya apakah saya punya keinginan untuk bikin tato permanen? Oh, tentu tidak! Alasan utamanya, saya ini lemah dalam komitmen. Lho, apa hubungannya? Jadi begini, tato itu kan melekat seumur hidup di tubuh saya, walaupun memang katanya sudah ada teknologi untuk menghilangkannya, sedangkan saya ini orangnya bosanan. Kalau 2-3 tahun kemudian saya bosan lihat gambar itu di tubuh saya gimana? Waduh, mesti mengumpulkan uang buat menghilangkannya, yang konon katanya lagi biayanya cukup mahal.

Alasan sampingannya, saya takut! Haha,,,mungkin kedengarannya menggelikan ya. Tetapi saya belum dengar cerita orang bikin tato yang rasanya seperti makan KFC. Apa maksudnya? Ya kalau makan KFC kan enak, kalau bikin tato dengar-dengar dari yang sudah berpengalaman ada sensasi rasa sakitnya. Ya oloh, sama jarum suntik aja kalau bisa saya tidak mau berurusan.

Dan ada lagi alasan-alasan lain, seperti: saya tidak kepikiran mau tato apa, mau ditaruh di mana, nanti kalau saya jadi makin gendut dan tatonya ikutan melebar berbentuk tidak jelas gimana, etc etc. Ah, sudahlah, intinya saya memang tidak ingin koq.

Walaupun begitu, kalau Anda memang berminat silakan lho. Asalkan Anda memang sudah yakin, mantap, dan sepenuh hati. Jangan alasannya cuma karena ikut-ikutan teman atau biar keren saja. Memangnya Anda yakin setelah ditato bakal jadi keren? Kalau muka tidak mendukung ya sama sajalah. Eh, maaf hanya becanda, tolong jangan dimasukkan ke hati ya.

Pesan saya sih, kalau memang mau buat tato, tunggulah sampai Anda dewasa, sampai Anda yakin, dan keputusan itu Anda buat bukan di masa-masa labil remaja *memang remaja doank ya yang labil?*. Dewasa itu kriterianya apa? Ya, susah sih memang, ada juga yang masih 15 tahun tapi pemikirannya sudah dewasa. Ada yang sudah 2x perpanjang KTP tapi kelakuan masih seperti anak SMP.

Intinya kalau buat saya sih, kalau mau buat tato jangan minta uang mama papa ya *sama halnya kalau mau beli rokok atau miras atau narkoba atau clubbing*. Kalau masih minta, tanya dulu ke mereka boleh apa enggak. Itu kan uang mereka. Kalau Anda sudah bisa cari uang sendiri dan mengerti nilai uang itu, mau dihabiskan untuk apa terserah Anda sih, asal jangan sampai masuk penjara ya. 

Selamat membuat tato *atau tidak*!