Thursday, July 24, 2014

Tentang Wowo dan Wiwi

Pertanyaan: Bagaimana pendapat Anda dengan Pemilu 2014 ini?
Jawaban: Kocak!

Saya sudah sangat menahan diri untuk tidak mem-publish apapun di masa Pemilu kemarin. Mengapa? Saya tidak mau dituduh memprovokasi, mempengaruhi, membiaskan pilihan rakyat akan capres dan cawapres yang ada *eh, berasa banyak ya yang baca blog-nya*. Tetapi hasil KPU sudah keluar, tidak ada lagi yang diprovokasi, dipengaruhi atau dibiaskan. Rasanya agak kurang mantap jika saya tidak mencatat mengenai Pemilu ini dalam blog saya, ini sejarah penting lho! 

Indonesia mencatat adanya dua pasangan yang menjadi calon dalam Pemilu 2014 ini, Wowo & partner serta Wiwi & partner. Indonesia pun sudah memilih untuk memenangkan Wiwi & partner dalam Pemilu ini. Kocak, ya sepanjang pengamatan saya akan sejarah Pemilu di Indonesia selama ini, 2014 adalah yang paling nyeleneh. Selama ini pasangan yang kalah akan legowo untuk menerima hasil pemilihan umum, betapapun mungkin dalam hati ada perasaan tidak senang, namun dengan sikap yang baik mereka mengakui kemenangan lawannya dan menunjukkan dukungan. But this time, Wiwi menang, Wowo tidak terima.

Pada awalnya saya sempat punya niat untuk memilih Wowo lho,  kan ceritanya keren kalau Indonesia punya presiden yanng tampaknya tegas dan berani bertindak. Namun semakin diperhatikan koq semakin kacau si Wowo ini. Dan terbukti dari ketidakmampuannya menerima kekalahan dari Wiwi, mengeluarkan tudingan adanya kecurangan yang dilakukan oleh Wiwi, menampilkan hasil quick count ajaib  *yang memenangkan dirinya* yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survey yang sekarang dipertanyakan kredibilitasnya, meng-klaim kemenangannya berdasarkan hasil quick count yang beda sendiri itu lantas sampai mengadakan ibadah pengucapan syukur kemenangan Wowo *saya lihat video-nya di youtube dan yang terlihat sih memang hanya kakaknya si Wowo*, menyatakan akan mengirim massa ke KPU untuk mengawal hasil Pemilu *ini statement dari tim suksesnya* di saat sudah dihimbau untuk tidak melakukan hal itu karena bisa memancing konflik , menarik diri dari perhitungan suara di KPU, dengar-dengar yang terakhir mau menuntut KPK dan mengajukan kasus ke Mahkamah Konstitusi. 

Maaf kalau saya salah, saya agak kurang memperhatikan berita tentang hal ini karena ada satu titik di mana saya merasa muak sekali dengan berita-berita tentang Wowo ini. Di mata saya Wowo bukan lagi sosok yang layak untuk memimpin sebuah bangsa, di mata saya sudah menjadi anak kecil yang ngambek karena keinginannya tidak terlaksana. Setelah ngambek, marah-marah, nangis sampai guling-gulingan di lantai seperti yang suka saya lihat di mall-mall. I am not a fan of kids lho, apalagi yang tidak bisa behave

Akhir-akhir ini terlihat juga bahwa calon wakil presiden dari pihak Wowo tidak eksis mendampingi Wowo dalam setiap tindakan-tindakan ajaibnya. Beberapa spekulasi muncul di masyarakat bahwa yang bersangkutan lebih mampu menggunakan akal sehat dan tidak mau terlibat dalam serangan-serangan kekanak-kanakan versi Wowo ini. Beberapa lagi menambahkan yang bersangkutan justru sudah menerima dengan lapang dada hasil dari perhitungkan suara KPU yang memenangkan Wiwi. Apapun itu, saya menilainya sebagai sesuatu yang positif. Walaupun pada awalnya justru saya sempat ragu dengan Bapak yang satu ini, namun akhir-akhir ini justru citranya membaik di mata saya.

Yah, Indonesia ini memang ajaib. Hmmmpphh...sebenarnya sih Wowo yang ajaib ya. Sungguh dengan begini menurut saya Wowo justru menutup kesempatan di masa depan untuk menjadi presiden bangsa ini. Rakyat tidak akan melupakan bagaimana childish-nya pribadi yang satu ini, arogan dan luar biasa tingginya ambisi untuk menang hingga membuat saya jadi bertanya-tanya, memangnya kalau sudah jadi presiden kenapa sih? Rakyat tidak akan lupa bagaimana sengitnya pribadi ini memerangi Wiwi yang justru adem dan kalem hanya demi menjadikan dirinya presiden Indonesia. Maukah Anda punya presiden yang demikian? Saya sih tidak ya, nanti gagal perundingan dengan negara lain ngambek langsung kirim tentara buat perang lagi *andai lho andai*.

Keterlibatan Wowo dalam tragedi Mei 1998 memang bisa dipertanyakan, sulit menyatakan apakah Wowo bersalah atau tidak. Saya sendiri pun waktu itu masih terlalu kecil sehingga tidak ingat dan tidak mengerti kondisi politik dan siapa saja yang terlibat. Namun ketidakmampuan Wowo untuk mengendalikan dirinya sendiri dalam kekalahan di Pemilu 2014 ini jelas adanya, dan saya akan terus mengingat, mencatat, menceritakan, agar di masa depan ketika anak-anak kita juga memilih, mereka tidak memilih presiden yang kekanak-kanakan.

Selamat Om Wiwi & JK!

Friday, July 18, 2014

Tentang Minuman Beralkohol

Pertanyaan: When was the first time your tried it?
Jawaban: Years ago?


Terlepas dari opini beberapa kalangan mengenai halal atau haramnya jenis minuman ini, jika Anda ingin mencoba, cobalah dengan cara yang terbaik. What does that even mean? Ini bukan tentang jenis minuman apa yang terbaik atau merk apa yang sebaiknya dikonsumsi, namun bagaimanakah cara Anda mengkonsumsinya.Ini bukan air putih, jangan dijadikan konsumsi pagi-siang-malam. Bagaimanapun konsumsi air putih adalah yang terbaik.

Anda harus tahu bahwa alkohol memberi efek yang berbeda-beda juga bagi setiap orang. Saya punya teman yang alergi dan kalau memaksakan untuk mengkonsumsi efeknya bisa gatal-gatal, merah-merah hingga sesak nafas. Agak scary sih kalau sampai sesak nafas dan selamat jalan ke dunia lain *eh*. Intinya, jangan banyak-banyak. Coba ya coba, namun perhatikan dulu bagaimana efeknya pada tubuh Anda.

Jika Anda sudah tahu bahwa Anda tidak alergi pada alkohol, misalnya, jangan lantas menjadi kegirangan karena bisa mengkonsumsi sebanyak apapun. No no, tubuh itu bisa keracunan alkohol lho jika terlalu banyak. Efek jangka panjangnya pun bisa menyebabkan kanker hati *saya lupa baca di mana, tapi saya yakin pernah baca*. Tidak mau kan karena merasa bisa konsumsi semaunya lantas menukarnya dengan hati Anda?

Itu jika bicara mengenai dampak fisik, namun ada juga efek lainnya seperti kehilangan akal sehat. Well, biasanya ini terjadi jika konsumsi terlalu banyak dan efek ke tiap orang beda-beda juga. Saya punya beberapa teman yang kalau saya amati kelakukan mabuknya itu beda-beda, ada yang jadi super pendiam, ada yang emosi tingkat tinggal *senggol bacok*, ada yang ketawa-ketawa dan merasa segala sesuatu super lucu walaupun sebenarnya di mata orang normal tidak lucu-lucu amat, ada yang jadi rajin curhat walaupun isi curhatannya sungguh random.

Anda ingin tahu seperti apa ketika Anda mabuk? Ya kalau emang penasaran banget, saran saya mabuklah di antara orang-orang yang Anda kenal dan percaya. Percaya apa nih? Percaya tidak akan mem-video-kan kelakuan Anda lalu meng-upload ke youtube, percaya tidak akan menjual Anda ke om-om atau tante-tante yang tertarik pada Anda ketika mabuk, percaya tidak akan membiarkan Anda melakukan hal-hal gila seperti lompat dari lantai 7 karena otak Anda sedang tidak waras. Jangan gegabah, karena salah pilih teman dalam hal ini bisa berdampak berat pada masa depan.

Saya percaya bahwa minum itu boleh asal otak saya masih bisa bekerja. Saya tidak bisa membiarkan diri saya mengkonsumsi terlalu banyak alkohol hingga keesokan harinya lupa apa yang dilakukan hari sebelumnya. Saya hanya tidak suka saja sih tidak bisa mengingat apa yang saya lakukan. Tapi jika Anda memutuskan ingin gila-gilaan untuk suatu momen tertentu, do it with the right people *ini hanya Anda yang bisa menilai* and don't do it everyday *apa enaknya sih tiap hari bangun tanpa memori hari sebelumnya*.

Pendapat saya pribadi, tidak ada yang salah dengan minuman beralkohol. Semuanya menjadi salah ketika kita mengkonsumsi dengan cara yang salah di waktu yang salah. Untuk cara yang salah sudah saya bahas di atas, konsumsi berlebih, konsumsi dengan dikelilingi orang-orang yang salah. Bagaimana dengan waktu yang salah?

Saya percaya bahwa minuman beralkohol itu tidak untuk menghilangkan kesedihan. Itu hanya sementara,saudara-saudara. Memang ada efek untuk membuat Anda lebih light and happy, tapi itu tidak permanen dan itu tidak menghilangkan masalah Anda kan. Ketika Anda sober ya balik lagi rasa sedih, kecewa, etc etc dan segudang masalah Anda yang lain. Saya tidak percaya bahwa alkohol itu adalah jalan keluar, itu hanya pelarian. Memangnya tidak capek lari-lari terus? 

Jangan minum dengan tujuan yang salah. Ketika di party, okelah. Ketika kongkow-kongkow, bisa saja, asal bukan setiap kongkow-kongkow. Ketika mau tidur minum segelas wine untuk kesehatan *saya juga merasa pernah baca artikel ini di suatu tempat*, ya sah-sah saja. Ketika  candle light dinner, why not? Tapi jangan pernah minum karena Anda merasa hidup Anda hampa, tidak bahagia, tersakiti, patah hati, dan lain-lain sejenisnya. Drink to celebrate, not to ease the pain.

Masalahnya jika Anda minum untuk merasa bahagia, Anda akan addicted to it. Ketika efeknya hilang, ingin minum lagi supaya merasa senang lagi, begitu terus. Dan itu tidak baik, kawan. Itu hanya akan bikin kantong Anda jebol dan tubuh Anda tidak sehat.

Last but not least, jangan mengkonsumsi minuman beralkohol karena lingkungan pergaulan Anda mengharuskan demikian. Jangan jadi ABG labil *maaf, mungkin tidak semua ABG labil* yang membutuhkan pengakuan lingkungan untuk eksistensinya. Kalau tidak minum tidak keren, kalau tidak merokok tidak gaul, kalau tidak ini tidak cocoklah di sini. Drink because you want it, you know when to drink it, and you arent doing it for the wrong purposes. Drink responsibly!

Cheers!

Friday, July 4, 2014

Tentang Agnes Monica

Pertanyaan: Apa pendapat Anda tentang Agnes Monica?
Jawaban: She knows what she wants, she isnt afraid to fight for it.

Saya adalah generasi Agnes Monica. Yes, basically I grew up with her. Tidak dalam artian saya kenal dia terus kita jadi teman masa kecil bersama, tetapi lebih pada masa kecil saya dihiasi nonton aksinya dia dan karena sepertinya beda usia kita tidak terlalu jauh, saya jadi merasa seperti tumbuh bersama.

Saya bukan tipe orang yang bisa memahami bagaimana rasanya nge-fans berat sama artis, saya suka lihat penampilannya, tetapi bukan berarti saya sampai tergila-gila dan harus senantiasa mengikuti polah tingkahnya. Dari seorang Agnes Monica, yang sungguh membekas dalam ingatan saya adalah "Go International!". At first, saya pikir itu hanya cita-cita muluk, kata-kata *sok* positif yang memang baik sih kalau dimiliki setiap orang. Tapi dalam kenyataannya, berapa banyak sih artis Indonesia yang sukses sampai di tahap itu? 

Skeptis, tentu saja. Namun saya melihat ketika kata-kata yang terus menerus dinyatakan di berbagai media mulai menjadi kenyataan. Tidak dalam waktu singkat lho, berbelas-belas tahun kemudian ketika saya mulai mendengar kabar media bahwa Agnes Monica mengeluarkan lagu-lagu dalam Bahasa Inggris, Agnes Monica mulai konser di luar Indonesia, Agnes monica akhirnya memindahkan aktivitasnya ke California dan menelurkan single Coke Bottle-nya, Agnes Monica ini dan itu. Dan saya terhenyak, her dream comes true!

Saya tidak kenal dia secara pribadi, namun saya kagum pada goal yang sudah dia miliki sejak kecil, saya menghargai usaha dan kerja keras yang berani dia bayar untuk meraih hal itu, dan saya takjub akan pencapaiannya saat ini. Terlepas dari berbagai pro dan kontra, karena memang ada pihak-pihak yang menyayangkan bahkan sampai melecehkan perubahan penampilannya saat ini, buat saya dia berhasil menggapai mimpinya. Salute!

Memiliki mimpi dan cita-cita itu mudah, bengong di siang bolong pun bisa. Namun bagian terpenting yang tidak semua orang bisa melakukannya adalah: apakah kita berani membayar harga untuk menggapai mimpi itu? Because she did!

Have a nice day!