Pertanyaan: Manakah yang menurut Anda lebih penting, cinta atau logika?
Jawaban: I want both.
Saya baru selesai membaca sebuah novel yang mengisahkan tentang seorang perempuan yang tidak percaya akan adanya cinta. Dalam cerita itu si perempuan memilih seorang laki-laki karena dia merasa ada hubungan yang dewasa di antara mereka, yang saling mengerti dan menghargai, tapi tidak ada cinta, setidaknya dari sisi si perempuan. Lebih lanjut lagi dikisahkan ada sosok laki-laki lain yang menimbulkan getar-getar aneh *let's say butterfly in her stomach* sejak si perempuan pertama kali bertemu dengannya. Ending-nya? Baca saja sendiri ya.
Anyway, saya mungkin agak hopeless romantic ya, saya masih percaya pentingnya butterfly in my stomach itu. Bukan berarti itu faktor utama dalam sebuah hubungan, namun koq rasanya tanpa itu akan terasa datar. Saya meyakini jatuh cinta ini somehow akan bikin perasaan campur aduk, ada yang bilang deg-degan, ada yang bilang up and down, ada yang bilang bisa bikin senyum-senyum sendiri, labil dan kadang memang gag rasional. Oh, saya percaya itu!
Tetapi Tuhan menciptakan manusia dengan akal budi dan perasaan, tidak hanya salah satu tapi keduanya. Saya juga percaya bahwa dalam cinta, logika itu penting. Jujur sajalah, saya sih tidak bisa hidup hanya makan cinta. Apakah sebuah hubungan patut dipertahankan karena cinta walaupun pasangan Anda suka melakukan kekerasan? Apakah sebuah hubungan layak diperjuangkan karena cinta walaupun pasangan Anda pemalas, tukang mabuk, tukang judi, dan tidak peduli mencari nafkah? Apakah sebuah hubungan perlu dijaga mati-matian jika pasangan Anda tidak mampu berkomitmen dengan Anda *baca: tukang selingkuh, suka tebar pesona, gag ada tanda-tanda siap menjajaki hubungan yang lebih serius, etc*? Apakah demi butterfly in your stomach Anda rela menjalani kehidupan yang seperti saya sebutkan tadi? I don't.
Merasakan cinta itu baik, toh bosan juga kan kalau hidup itu datar-datar saja *lately that's happening in my life*. Tetapi jangan matikan otak Anda, jangan sampai atas nama cinta Anda jadi tidak bisa berpikir lagi. Saya sedang membicarakan hubungan bagi mereka yang belum menikah khususnya. Kalau yang sudah menikah ya mau bilang apa, Anda sudah memilih dan berkomitmen. Tetapi ketika Anda belum menikah, Anda punya kesempatan untuk mengkaji semuanya.
Jatuh cinta itu penting, ketika hal-hal terasa buram Anda mungkin bisa mengingat manisnya perasaan itu. Cinta itu memampukan orang untuk melakukan banyak hal yang terkadang akal sehat tidak mampu, cinta membuat seseorang mampu memaafkan *karena jujur saja sih ada saatnya pasangan Anda akan melakukan kesalahan dan Anda perlu memaafkan*, cinta membuat seseorang bisa memaklumi, cinta bisa membuat seseorang bertahan. Ya, itu penting! Tetapi pastikanlah bahwa apa yang Anda cintai memang layak untuk dicintai, bukan sosok yang memanfaatkan, menginjak-injak, lebih parah tidak mencintai Anda kembali. Di sinilah Anda perlu mengunakan otak Anda, jangan membutakan diri karena alasan "saya sudah cinta sih". Remember, we are talking about a life time commitment here.
Hmmpphh..tapi kalau dipikir-pikir lagi ya, saya kan jomblo yang hopeless romantic. What do I know about love? Haha!
Love & Peace!
No comments:
Post a Comment