Pertanyaan: Apakah Anda suka begadang?
Jawaban : Tentu tidak, saya manusia di bawah jam 12 malam.
Bagi orang-orang yang mengenal saya tentu cukup tahun bahwa saya memiliki jam tidur yang panjang dan jam terjaga yang relatif singkat. Saya selalu mengatakan bahwa pukul 9 malam adalah jam tidur saya. Terdengar seperti anak SD ya? Apalagi jika dibandingkan dengan rata-rata teman-teman saya yang biasanya tertidur paling cepat pukul 11 malam. Lantas apakah tidur cepat membuat saya bisa bangun lebih pagi dari yang lain? Tidak juga sih, saya tetap bangun pagi di sekitar pukul 6 atau setengah 7, relatif samalah dengan teman-teman yang lain.
Beberapa ada yang mengatakan pola tidur saya ini karena kebiasaan sejak kecil. Namun jika ditelaah sebenarnya tidak juga sih, saya termasuk hobi begadang di masa-masa kuliah. Tidak jelas juga apa yang dilakukan, dari berkelana di dunia maya, melahap buku-buku *fiksi ya, bukan buku materi kuliah* yang menarik, menonton film, hingga merenungkan ketidakjelasan segala sesuatu *gayanya seperti filsuf saja*. Tapi semua itu bisa dilakukan tanpa beban, karena kita semua tahulah betapa longgarnya jadwal kuliah itu *atau hanya jadwal kuliah saja yang longgar?*. Rata-rata kelas yang saya hadiri di atas jam 8 pagi, jikapun sampai ada kelas pagi dan terlalu malas bangun sudah pasti meminta bantuan teman untuk menyelamatkan hal-hal tertentu di dalam kelas *semoga anda tahu apa maksudnya ini*.
Saya teringat beberapa tahun lalu ketika masih kuliah, seorang teman memberitahu saya dampak negatif dari begadang. Mungkin saat itu dia prihatin dengan hobi saya. Intinya, begadang dapat menyebabkan kerusakan otak dan memperpendek umur *mungkin ini dampak kerusakan otak atau kurang fungsi otak yang bisa menyebabkan kecelakaan ketika sedang terjaga*. Tetapi apapun itu, bukan isu kesehatan ini yang menggerakkan saya untuk tidak begadang.
Setelah saya perhatikan sebenarnya pola tidur saya itu erat kaitannya dengan jadwal saya di esok hari. Ya, jika esok memang diharuskan untuk beraktivitas awal, untuk apa saya menghabiskan malam dengan begadang? Jadi selama weekdays anda akan jarang sekali menemukan saya terjaga di atas jam 9 malam *jam 10 maksimal*. Namun jika ternyata esok hari saya tidak punya agenda apapun, i dont mind to strecth my schedule a lil bit. Dan pada saat-saat tertentu ketika berkumpul dengan teman-teman, saya sungguh tidak berkeberatan jika memang aktivitas ketika tidak tidur itu lebih menarik daripada menghabiskan waktu untuk tidur. Walaupun esok harinya sudah bisa dipastikan sedikit melayang dan semakin siang jadi mengantuk hebat. Memang ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kesenangan.
Salah satu hal yang agak sulit untuk saya mengerti adalah orang-orang yang sulit tidur setiap harinya *insomnia*. Saya memiliki beberapa teman yang demikian, mereka rata-rata masih terjaga di atas jam 12 malam walaupun esoknya harus bangun pagi dan berujung pada waktu tidur yang hanya 2-3 jam. Mengerikan! Tidak, tidak, saya tidak mengatakan itu sesuatu yang buruk yang untuk dilakukan *walaupun mungkin memang buruk bila mengacu pada bahaya begadang*; namun yang coba saya sampaikan di sini adalah bagaimana bisa ada orang tidak bisa tidur sementara tidur itu begitu mudah *eh, itu bagi saya ya*.
Yah, saya rasa ini adalah salah satu hal yang patut saya syukuri ketika Tuhan masih memberi kemudahan bagi saya untuk tidur. Mungkin terdengar sepele, namun percayalah bahwa tidur itu bisa menjadi anugerah luar biasa bagi beberapa orang di luar sana. Terlebih lagi ketika saya diberi fleksibilitas untuk menentukan apakah malam ini akan tidur normal versi saya *sekitar 8 jam plus plus sehari* atau begadang, sungguh itu adalah anugerah.
Selamat tidur!
No comments:
Post a Comment