Pertanyaan: Siapakah yang akan Anda pilih di pemilu legislatif 2014?
Jawaban : Tidak tahu, saya bahkan tidak akan berpartisipasi dalam pemilu nanti.
Pemerintah memang sudah menetapkan tanggal 9 April 2014 sebagai hari libur nasional dengan tujuan agar seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemilu legislatif. Sejujurnya, sampai beberapa hari yang lalu saya bahkan masih belum mengerti apa itu pemilu legislatif. Namun berdasarkan informasi dari beberapa rekan, bisa disimpulkan bahwa hasil pemilu ini akan menentukan siapa sajakah yang berhak menjadi calon presiden pada pemilu presiden di bulan Juli 2014 mendatang.
Ya, sesungguhnya pemilu legislatif ini penting untuk mengurangi pilihan di saat pemilihan presiden kelak. Saat ini sudah santer terdengar berbagai sosok, dari yang menurut saya gila sampai waras, yang berlomba-lomba memantaskan dirinya sebagai presiden Indonesia periode 2014-2019. Jika semua diizinkan untuk berkompetisi saat pemilu presiden, kertas suaranya akan terlalu lebar atau malah fotonya terlalu kecil sampai-sampai pemilih tidak bisa membedakan ini siapa dan itu siapa *agak berlebihan memang*. Lantas mengapa saya tidak berpartisipasi?
Pertama, saya bingung dengan pemerintah kenapa pemilu diadakan di tengah minggu begini (hari Rabu). Walaupun dicanangkan sebagai hari libur nasional, tapi kan sulit juga untuk kembali ke tempat KTP asal bagi manusia perantauan seperti saya. Belum lagi ongkosnya mahal lho. Seandainya diadakan di hari Jumat atau Senin, tentulah akan lebih menyenangkan sekaligus menikmati long weekend.
Kedua, saya bingung apakah saya bisa memilih di daerah saya berada saat ini dan bukan di daerah asal. Tapi seharusnya sih tidak bisa ya, soalnya kan saya tidak terdaftar sebagai warga sini. Dan lagi saya terlalu apatis untuk mencari tahu bagaimana prosedur supaya bisa memilih di daerah perantauan ini.
Ketiga, saya bingung mau pilih siapa. Sebenarnya ini berakar dari krisis kepercayaan saya yang mendalam terhadap pemerintah dan dunia politik. Semua berkampanye, calon begitu banyak, semua mau jadi caleg, namun hanya sedikit yang mengerti apa tugas dan tanggungjawab sebagai caleg. Menyedihkan, dalam bayangan saya caleg-caleg tanpa kompetensi ini ujung-ujungnya hanya akan tidur di sidang-sidang yang mereka ikuti, sebagian lagi sibuk menggelapkan uang rakyat, sebagian lagi akan mendadak tenar karena adegan mesum sembunyi-sembunyi yang ketahuan ataupun karena komentar bodoh di depan media massa menunjukkan betapa mengenaskannya pemahaman mereka tentang isu-isu di masyarakat. Yah, sebagian lagi memang akan sungguh-sungguh memperjuangkan hak rakyat, namun kinerja minoritas ini tertutupi oleh kelakuan ajaib mayoritas. Maafkan, saya mungkin terlalu skeptis. Tapi sungguh saya trauma menyaksikan tayangan Mata Najwa episode Farhat Abas dan terlalu shock mendengar Rhoma Irama mau ikutan nyapres *memang ini adalah hak setiap WNI, sebagaiman hak saya juga untuk tertegun menyaksikan dagelan politik di Indonesia ini*.
Keempat, saya sudah tau siapa yang akan jadi capres. Ha! Ya, saya bukan cenayang, tapi arah angin politik ke mana kan sudah terlihatlah. Kalaupun meleset setidaknya dari beberapa capres nanti ada satulah yang bisa saya pilih, kecuali capresnya Abang Rhoma vs Om Bakri *maaf sebut merk ya*. Oh tidak, saya batal milih lagi saja kalo gitu.
Bagi para pemilih yang akan berkontribusi esok hari, semoga mendapat pencerahan. Bagi para caleg yang terpilih, semoga akal sehat dan hati nuraninya bisa dipakai. Bagi yang tidak terpilih, semoga tidak menjadi depresi lantas hilang akal.
Indonesia, selamat memilih!
No comments:
Post a Comment