Pertanyaan: Apakah Anda merokok?
Jawaban: Tidak.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa rokok dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin *sebagaimana dikatakan dalam iklan rokok itu sendiri*. Tetapi tampaknya merokok memang sudah menjadi aktivitas umum yang bisa dilakukan di mana saja. Baiklah, tidak di mana saja karena dewasa ini masayarakat sudah semakin sadar bahaya rokok dan untuk para perokok biasanya disediakan smoking room di area publik. Beberapa perokok sendiri sepertinya sudah cukup sadar diri untuk tidak asal sembar-sembur asap ke muka orang, yeah sometimes.
Saya sendiri bukan perokok dan pernah ada masa di mana saya alergi berat dengan para perokok. Saya sendiri tidak bisa ingat kapan, tapi saya mulai belajar bertoleransi dengan mereka selama mereka pun bertoleransi dengan saya *baca: tahu tempat*. Saya pikir toh setiap orang punya kesenangannya masing-masing, sekalipun orang bilang kesenangan mereka itu berbahaya, mereka sudah cukup dewasa untuk memilih dan menikmati kesenangan itu. Jadi, let's respect each other.
Hanya saja kadang ada komentar-komentar yang membuat saya gerah ketika ada perempuan yang merokok di tempat umum. Komentarnya bukan sekedar "merokok koq di tempat umum, asapnya mengganggu"; tetapi sudah menjurus kepada masalah gender "perempuan koq merokok, tidak pantas, pasti perempuan tidak benar". And who are you to judge? Jika perempuan yang merokok diasosiasikan dengan perempuan tidak benar, maka laki-laki yang merokok adalah hal biasa. Oh man, apakah Anda generasi 1800-an?
Merasa terganggu dengan asap rokok adalah hal yang wajar, medis pun menyatakan kemungkinan adanya gangguan kesehatan akan hal itu. Tidak mau menjadi perokok pasif yang katanya menanggung bahaya lebih besar dibanding perokok aktif, sungguh saya mengerti. Namun jangan sampai mengkaitkan rokok dengan gender, lebih-lebih menjadikannya dasar untuk menilai seseorang.
Jika Anda bisa menerima sebatang rokok terselip di bibir seorang laki-laki, maka terimalah hal yang sama terselip di bibir seorang perempuan. Jika Anda bisa menerima seorang laki-laki untuk ber-poligami, maka terimalah kemungkinan seorang perempuan untuk ber-poliandri *okay, this one is kinda out of context*.
Seorang dewasa, laki-laki ataupun perempuan, bebas menentukan pilihan untuk merokok ataupun tidak. Seorang dewasa, laki-laki ataupun perempuan, sudah sewajarnya memahami dan menimbang pro kontra mereka sendiri.
Seorang dewasa, laki-laki ataupun perempuan, tidak akan semena-mena mendiskreditkan orang lain hanya karena gender semata.
Saya perempuan, dan saya tidak merokok.
No comments:
Post a Comment